JANTUNG
BORNEO
Menyelami keindahan harmoni alam, kekayaan budaya yang luhur, dan semangat pembangunan menuju Kalteng BERKAH.
Harmoni Alam
& Peradaban Maju
Kalimantan Tengah, Provinsi terbesar kedua di Indonesia, sebuah hamparan zamrud khatulistiwa yang menyimpan berjuta potensi. Dari hutan hujan tropis yang menjadi paru-paru dunia, hingga sungai-sungai besar yang menjadi nadi kehidupan.
Di sini, tradisi leluhur Dayak hidup berdampingan dengan inovasi modern. Semangat "Huma Betang" menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan menuju masa depan yang BERKAH.
Paru-Paru Dunia
Konservasi Alam
Huma Betang
Filosofi Persatuan
Jejak Langkah Sejarah
"Kalteng harus menjadi daerah otonom, agar pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh putra daerah."
Awal Mula Perjuangan (1950-1952)
Sejarah Kalimantan Tengah bermula dari hasrat kuat masyarakat Dayak di tiga kabupaten besar—Barito, Kapuas, dan Kotawaringin—yang pada tahun 1950 menyuarakan keinginan luhur untuk berdiri sebagai provinsi mandiri, terpisah dari Provinsi Administratif Kalimantan. Semangat ini kemudian dikristalisasi melalui pembentukan Panitia Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah (PPHRKT) pada tahun 1952, yang menjadi motor penggerak perjuangan politik melalui berbagai mosi dan resolusi mendesak kepada Pemerintah Pusat.
Puncak Ketegangan & Kongres Rakyat (1956)
Situasi memanas ketika pemerintah pusat menerbitkan UU No. 25 Tahun 1956 yang membubarkan Provinsi Kalimantan namun menempatkan wilayah Kalteng di bawah Kalimantan Selatan. Kekecewaan ini memicu gelombang protes yang memuncak pada Kongres Rakyat Kalimantan Tengah di Banjarmasin, 2-5 Desember 1956. Dalam momen bersejarah ini, seluruh elemen masyarakat bersatu padu mengikrarkan "Sumpah Setia" untuk terus berjuang hingga tetes darah penghabisan demi terwujudnya otonomi daerah yang dicita-citakan.
Kemenangan & Kelahiran Provinsi (1957)
Perjuangan tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil manis. Pemerintah Pusat merespons aspirasi rakyat dengan menerbitkan Undang-Undang Darurat No. 10 Tahun 1957, yang secara resmi menetapkan pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Momentum ini sekaligus menetapkan Pahandut (yang kemudian dikenal sebagai Palangka Raya) sebagai ibukota provinsi, menandai awal babak baru pembangunan di Bumi Tambun Bungai.
Kalteng Dalam Angka
Luas Wilayah (km²)
Terluas ke-2 di Indonesia
Penduduk
Beragam Suku & Budaya
Kabupaten & Kota
Pusat: Palangka Raya
Hektar Hutan
Kekayaan Biodiversitas
Jejak Langkah Pembangunan
Opini WTP 10x Berturut-turut
Pengakuan atas transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang konsisten dan kredibel.
Provinsi Layak Anak (PROVILA)
Komitmen dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak di seluruh kabupaten/kota.
Climate Change Hero
Apresiasi dunia internasional atas upaya penurunan emisi karbon melalui pengelolaan hutan lestari.